NIB adalah identitas resmi bagi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS. Di dalam data tersebut, terdapat informasi penting seperti nama pelaku, alamat, bidang kegiatan, skala usaha, dan kode KBLI.
KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Kode ini digunakan untuk mengelompokkan jenis kegiatan ekonomi yang dijalankan.
Secara sederhana, NIB adalah identitas legalnya, sedangkan KBLI menjelaskan bidang kegiatan yang dilakukan.
Contohnya, seseorang membuka warung makan, maka kode yang dipilih harus sesuai dengan kegiatan menjual makanan. Jika seseorang membuka jasa fotografi, maka bidang yang dipilih harus sesuai dengan jasa pemotretan.
Karena itu, pemilihan KBLI perlu dilakukan dengan hati-hati. Kode yang kurang tepat bisa membuat data legalitas tidak sesuai dengan kegiatan yang sebenarnya.
Baca juga: Cek KBLI 2025: Cari Kode Usaha Berdasarkan Nama, Kegiatan, dan Deskripsi
Apakah KBLI Bisa Diubah Setelah NIB Terbit?
Ya, data KBLI dapat diperbarui melalui sistem OSS jika ada kesalahan atau perubahan kegiatan. Pelaku usaha yang sudah memiliki NIB dapat masuk kembali ke akun OSS untuk mengelola data perizinan berusaha.
Perubahan ini biasanya dilakukan ketika bidang kegiatan yang tercantum belum sesuai, ada kegiatan baru yang ingin ditambahkan, atau usaha berkembang ke bidang lain.
Misalnya, awalnya seseorang hanya menjual kue rumahan. Setelah berkembang, ia juga membuka layanan katering. Dalam kondisi seperti ini, pemilik usaha perlu mengecek apakah kegiatan katering sudah tercakup dalam kode yang lama atau perlu menambahkan bidang baru.
Kapan Pelaku UMKM Perlu Menambah atau Mengubah KBLI?
Tidak semua perubahan kecil harus langsung mengganti data. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diperhatikan.
1. Kode Lama Tidak Sesuai dengan Kegiatan Sebenarnya
Ini sering terjadi saat pelaku UMKM pertama kali mendaftar di OSS. Karena belum memahami klasifikasi bidang usaha, kode yang dipilih kadang terlalu umum atau justru tidak sesuai.
Contohnya, pemilik usaha makanan memilih kode perdagangan umum, padahal kegiatan utamanya adalah mengolah dan menjual makanan siap saji.
Jika kode tidak sesuai, data sebaiknya diperbaiki agar legalitas lebih tepat.
2. Menambah Bidang Kegiatan Baru
KBLI juga perlu ditinjau ulang jika pelaku usaha menambah kegiatan baru.
Contohnya:
- Warung makan mulai menerima pesanan katering.
- Toko offline mulai menjual barang secara online.
- Penjahit pakaian mulai membuka kursus menjahit.
- Fotografer mulai menyediakan jasa videografi.
- Produsen kue mulai membuka toko oleh-oleh.
Jika kegiatan baru tersebut berbeda dari kegiatan utama sebelumnya, pemilik usaha perlu mempertimbangkan penambahan kode bidang.
3. Ingin Mengurus Izin Lanjutan
Beberapa jenis kegiatan memerlukan izin tambahan, sertifikat standar, atau dokumen pendukung lain. Agar prosesnya tidak bermasalah, data bidang usaha harus sesuai sejak awal.
Misalnya, usaha makanan, klinik, jasa konstruksi, pendidikan, transportasi, atau kegiatan lain yang memiliki aturan khusus. Jika kode tidak tepat, proses pengajuan izin lanjutan bisa terhambat.
4. Data Legalitas Diminta oleh Mitra atau Lembaga
Ada kalanya data legalitas dibutuhkan saat mengikuti program UMKM, bekerja sama dengan marketplace, mengajukan pembiayaan, mengikuti tender, atau bekerja sama dengan pihak lain.
Jika bidang kegiatan di dokumen tidak sesuai dengan aktivitas nyata, calon mitra bisa meminta pembaruan data terlebih dahulu.
Contoh Kasus Perubahan atau Penambahan KBLI
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh sederhana.
Contoh 1: Penjual Kue Rumahan
Awalnya, seorang pelaku UMKM membuat kue basah dari rumah dan menjualnya berdasarkan pesanan. Setelah beberapa bulan, ia mulai menitipkan produk ke warung dan menjual secara online.
Jika kegiatan masih sebatas membuat dan menjual produk yang sama, ia perlu memastikan kode yang dipilih sudah sesuai dengan kegiatan pembuatan makanan. Namun, jika kemudian membuka toko khusus atau layanan katering, kode tambahan mungkin diperlukan.
Contoh 2: Warung Makan Menambah Katering
Sebuah warung makan awalnya hanya melayani pembeli yang datang langsung. Setelah berkembang, pemilik mulai menerima pesanan nasi kotak untuk kantor, sekolah, dan acara keluarga.
Dalam kasus seperti ini, kegiatan katering bisa dianggap sebagai bidang layanan yang berbeda. Pemilik perlu mengecek kode yang sesuai agar data di OSS mencerminkan kegiatan sebenarnya.
Contoh 3: Fotografer Menambah Jasa Video
Seorang fotografer freelance awalnya hanya melayani pemotretan acara. Setelah membeli peralatan tambahan, ia mulai menawarkan jasa video dokumentasi.
Karena layanan foto dan video bisa masuk dalam bidang yang berbeda, pemilik jasa perlu mengecek apakah perlu menambah KBLI agar data legalitasnya lebih lengkap.
Contoh 4: Toko Offline Mulai Jualan Online
Pemilik toko pakaian awalnya hanya berjualan di toko fisik. Setelah itu, ia mulai menjual produk melalui marketplace dan media sosial.
Dalam kondisi ini, pemilik perlu mengecek apakah kegiatan perdagangan online perlu ditambahkan, terutama jika penjualan digital sudah menjadi bagian utama dari bisnis.
Cara Menambah KBLI di OSS
Penambahan bidang kegiatan dilakukan melalui akun OSS yang digunakan saat membuat NIB. Tampilan sistem dapat berubah dari waktu ke waktu, tetapi alur umumnya sebagai berikut:
- Buka website OSS.
- Masuk menggunakan akun yang terdaftar.
- Pilih menu pengelolaan NIB atau perizinan berusaha.
- Pilih data usaha yang ingin diperbarui.
- Pilih menu tambah bidang usaha.
- Lengkapi jenis kegiatan, bidang, ruang lingkup, dan kode KBLI.
- Isi data lokasi, modal, luas lahan jika diperlukan, dan informasi pendukung lain.
- Lakukan validasi risiko sesuai arahan sistem.
- Lengkapi data produk atau jasa.
- Periksa kembali semua data.
- Simpan perubahan.
- Unduh dokumen terbaru jika data sudah berhasil diperbarui.
Sebelum menyimpan perubahan, pastikan kode yang dipilih benar-benar sesuai dengan kegiatan yang dijalankan. Jangan menambah terlalu banyak kode jika tidak benar-benar diperlukan.
Cara Mengubah Data Usaha di OSS
Selain menambah kode baru, pelaku usaha juga dapat memperbarui data lain jika terjadi perubahan. Misalnya alamat, modal, jumlah tenaga kerja, produk atau jasa, dan informasi kegiatan.
Alur umumnya sebagai berikut:
- Login ke akun OSS.
- Pilih menu perizinan berusaha.
- Masuk ke bagian kelola usaha atau kegiatan usaha.
- Pilih kegiatan yang ingin diubah.
- Klik ikon ubah atau edit.
- Perbaiki data yang diperlukan.
- Lengkapi kembali informasi yang diminta sistem.
- Lakukan validasi risiko jika muncul.
- Baca dan setujui pernyataan mandiri.
- Terbitkan atau unduh kembali dokumen terbaru.
Jika kegiatan masuk kategori risiko menengah tinggi atau tinggi, kemungkinan ada persyaratan tambahan yang perlu dipenuhi. Karena itu, pelaku usaha perlu membaca petunjuk pada sistem dengan teliti.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih KBLI Baru
Memilih kode bidang tidak boleh asal. Kode yang salah dapat membuat data legalitas kurang sesuai dan menyulitkan pengurusan izin di kemudian hari.
Pilih Berdasarkan Kegiatan Utama
Utamakan kegiatan yang benar-benar dijalankan dan menjadi sumber penghasilan utama. Jangan hanya memilih berdasarkan nama produk, tetapi pahami proses kegiatannya.
Misalnya, menjual makanan yang dibuat sendiri berbeda dengan hanya menjual makanan milik orang lain. Membuat produk sendiri dan berdagang produk jadi bisa memiliki klasifikasi yang berbeda.
Baca Deskripsi KBLI
Jangan hanya melihat judul kode. Baca juga uraian atau deskripsi kegiatan yang termasuk dalam kode tersebut.
Kadang dua kode terlihat mirip, tetapi ruang lingkupnya berbeda. Deskripsi membantu pelaku usaha memilih kode yang lebih tepat.
Sesuaikan dengan Lokasi dan Risiko
Beberapa kegiatan memiliki ketentuan lokasi, lingkungan, atau izin tambahan. Karena itu, setelah memilih kode, perhatikan juga hasil risiko yang muncul di OSS.
Jika sistem meminta pemenuhan persyaratan tertentu, ikuti prosesnya sesuai arahan.
Jangan Menambah Kode Terlalu Banyak
Beberapa pelaku usaha ingin memasukkan banyak kode agar terlihat lengkap. Padahal, terlalu banyak bidang yang tidak dijalankan bisa membuat data tidak rapi.
Tambahkan kode yang memang sesuai dengan aktivitas nyata, bukan sekadar rencana jauh yang belum berjalan.
Kesalahan Umum Saat Memilih KBLI
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengurus legalitas di OSS.
Pertama, memilih kode hanya berdasarkan kata yang terdengar mirip. Padahal, bidang kegiatan harus dilihat dari proses dan ruang lingkupnya.
Kedua, memilih kode yang terlalu umum. Akibatnya, data tidak benar-benar menggambarkan kegiatan utama.
Ketiga, tidak memperbarui data saat kegiatan berkembang. Misalnya, awalnya hanya berdagang, tetapi kemudian juga memproduksi barang sendiri.
Keempat, menyalin kode milik orang lain tanpa mengecek kesesuaian. Usaha yang terlihat sama belum tentu memiliki proses kegiatan yang sama.
Kelima, tidak membaca pernyataan mandiri dan hasil risiko yang muncul di sistem OSS.
Menghindari kesalahan ini dapat membantu pelaku UMKM memiliki data legalitas yang lebih akurat.
Apakah Perubahan KBLI Berbayar?
Perubahan data melalui sistem OSS pada dasarnya dapat dilakukan secara mandiri. Jika dikerjakan sendiri melalui akun resmi, pelaku usaha tidak membayar biaya jasa kepada pihak ketiga.
Namun, biaya bisa muncul jika menggunakan jasa konsultan, pendamping profesional, atau pihak lain yang membantu proses pengurusan.
Untuk pelaku UMKM yang masih bingung, bantuan dapat dicari melalui DPMPTSP, Mal Pelayanan Publik, PLUT KUMKM, atau layanan pendampingan pemerintah daerah.
Kesimpulan
KBLI adalah bagian penting dari data NIB karena menjelaskan bidang kegiatan yang dijalankan. Jika kode yang dipilih salah, kurang tepat, atau belum mencakup kegiatan baru, pelaku usaha sebaiknya melakukan pembaruan melalui OSS.
Penambahan atau perubahan kode diperlukan ketika kegiatan berkembang, bidang usaha berubah, ingin mengurus izin lanjutan, atau data legalitas diminta oleh mitra dan lembaga pembiayaan.
Sebelum memilih kode baru, baca deskripsi KBLI dengan teliti. Pilih berdasarkan kegiatan nyata, bukan hanya nama produk atau rencana yang belum berjalan.
Dengan data yang sesuai, legalitas usaha menjadi lebih rapi, lebih mudah digunakan, dan lebih siap mendukung perkembangan bisnis.
Referensi
- Online Single Submission. Tanpa tahun. Panduan Penambahan KBLI. Diakses pada 4 Juni 2026.
- Online Single Submission. Tanpa tahun. Panduan Penambahan KBLI PDF. Diakses pada 4 Juni 2026.
- Online Single Submission. Tanpa tahun. Panduan Perubahan Perizinan Berusaha. Diakses pada 4 Juni 2026.
- Online Single Submission. Tanpa tahun. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI. Diakses pada 4 Juni 2026.
- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. 2025. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Diakses pada 4 Juni 2026.





